Objek Wisata Dende Seruni Ditutup Sementara

  • Selasa, 09 April 2019 - 06:25:36 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)
Objek Wisata Dende Seruni Ditutup Sementara

Meski belum diresmikan, wisata alam Denda Seruni di Desa Seruni Mumbul sudah menyedot perhatian banyak wisatawan. Lebih-lebih bagi generasi milenial yang gemar mengabadikan diri dengan latar keindahan. Begitu ramainya, sampai-sampai pengelola wisata alam tersebut kewalahan dan menutup untuk sementara waktu akses ke tempat tersebut.

Kaur Perencanaan Desa Seruni Mumbul Abdul Halim mengatakan, pengunjung membeludak sejak dalam pembangunan. “Ya, memang untuk beberapa hari ini kami tutup. Sebab terlalu banyak yang datang, dan takutnya mengganggu pekerja yang sedang membangun,” kata Halim.

Keindahannya memang sudah menyebar di medsos. Terutama senjak beberapa fasilitas rampung, para wisatawan sudah berdatangan. Tak hanya lokal, melainkan dari luar Lombok sampai mancanegara. “Saking banyaknya, di Facebook kita umumkan tutup. Karena banyak sekali yang ingin datang,” terangnya.

Kepala Desa Seruni Mumbul Tajuddin menerangkan, ide membangun wisata alam di tengah muara tersebut berawal dari keinginan memberdayakan potensi desa. Muara itu dulunya menjadi tempat menumpuknya sampah warga. “Memang ini sudah lama kami rencanakan,” kata Tajuddin.

Kini dengan dana desa (DD) sebesar Rp 500 juta, tempat yang tadinya kotor itu disulap jadi destinasi wisata. Dalam sekejap, pesonanya menarik perhatian banyak orang. Karena itu, Tajuddin mengatakan, wisata alam yang dikelola BUMDes itu diyakini dapat meraup hasil Rp 30 juta per bulan. “Itu minimal,” tekannya.

Sebelumnya, BUMDes Seruni Mumbul sudah membangun lapangan futsal. Kades yang menjabat untuk periode keduanya ini menerangkan jika dari sana dan beberapa pendapatan lainnya, ia mendapatkan PADes Rp 50 juta per tahun. Oleh karena itu, potensi selanjutnya tak bisa dibiarkan lewat begitu saja. Wisata alam Denda Seruni dianggap akan dengan signifikan mampu menggenjot PADes tersebut.

Selain meningkatkan PADes, wisata alam ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dari pemuda desa. Selama ini pembangunan dilakukan bersama-sama dengan komunitas pemuda desa. Karena nantinya, pemdes berharap bisa terus mengembangkan destinasi wisata tersebut. “Hasil dari ini akan kita manfaatkan juga untuk pengembangannya,” jelasnya. 

Sumber: Lombokpost.net

  • Selasa, 09 April 2019 - 06:25:36 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)

Berita Terkait Lainnya