Ritual Puasa Bos Perusahaan Teknologi, Mental jadi Tajam

  • Senin, 13 Mei 2019 - 13:57:45 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)
Ritual Puasa Bos Perusahaan Teknologi, Mental jadi Tajam

Tahukah kamu, ternyata para bos atau petinggi perusahaan teknologi dunia yang bermarkas di Silicon Valley mengaku rajin ritual puasa. Mereka mengakui setelah menjalani ritual puasa, kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Puasa para petinggi teknologi itu memang berbeda dengan puasa Ramadan yang dijalani muslim di seluruh dunia. Puasa para bos teknologi itu berkonsep pada diet pada makanan tertentu. 

Salah satu yang menjalani ritual puasa adalah Pendiri dan Kepala Eksekutif Twitter, Jack Dorsey. Dalam sebuah wawancara dengan laman The Week dikutip laman Torronto Sun, Senin 13 Mei 2019, Dorsey mengatakan, dia memulai hari dengan ritual, yakni mandi es dan cuma makan satu kali dalam sehari selama sepekan. 

Dia mengungkapkan tak makan pada akhir pekan. Dengan pola puasa itu, Dorsey mengatakan malah kelaparan mendongkrak ketajaman mentalnya.

Pada Januari lalu, bos Twitter itu juga curhat di cuitan akun Twitternya, dia tidak makan selama 22 jam tiap hari. Dorsey cuma makan saat malam saja. Selama puasa panjang, dia juga puasa air selama tiga hari.

Dengan menjalani ritual puasa tersebut, Dorsey mengaku merasakan harinya ada yang beda. Dia mengatakan, selama berpuasa itu waktu yang ia jalani terasa melambat. Curhatan bos Twitter itu mendapat ragam komentar, sampai ada warganet yang menyarankan Dorsey untuk menjalani puasa Ramadan. 

Ritual puasa lain juga dijalani pendiri Digg, Pownce dan Revision 3 yakni Robert Kevin Rose. 

Kepada laman Dailystoic, pengusaha teknologi Amerika Serikat itu mengaku menjalani puasa dalam beberapa tahun terakhir ini. Sama seperti Dorsey, dia menjalani puasa dan mandi es. Menurutnya, ritual ini untuk menguji ketahanan, disiplin diri dan kejernihan mental.

“Puasa berhari-hari itu bisa menjadi roller coaster emosional. Awalnya susah saya menjalaninya karena rasa lapar yang menggerogot. Tapi dari sini, Anda tak perlu menyerah. Saat tubuh mulai beradaptasi, Anda mulai mendapatkan lagi kejernihan mental,” ujarnya. 

Kevin menuturkan, proses puasa membangunkan tubuh dan memberikan tantangan dengan serangkaian perasaan baru untuk dihargai. 

Manfaat berpuasa betul dirasakan Kevin. Berkat ritual tidak makan itu, dia melahirkan Zero, sebuah aplikasi yang membantu orang berpuasa. 

Kepala Eksekutif Hvmm, Geoffrey Woo juga menjalani ritual puasa sebagai sebuah penempaan diri. Sebagai bos startup e-commerce, dia mengakui puasa layaknya mengambil input dalam sistem pencernaan untuk mengoptimalkan hasil kerja.  

Woo bersama rekannya mengaku berpuasa 60 jam. Setelah bereksperimen puasa sementara waktu, Woo kini punya rutinitas teratur. Woo berpuasa 18 jam tiap hari, berpuasa 24 atau 36 jam dalam satu atau dua hari pada sepekan. Dia mengaku itu rumit untuk menahan lapar, tapi menurutnya lebih rumit lagi jika orang makan tiga kali sehari tapi yang menjalaninya tidak terbiasa. 

“Ketika saya bereksperimen agresif, saya punya implan yang melacak glukosa terus menerus selama beberapa pekan. Saya bisa mempanel darah triwulan saya,” katanya.

Sumber : viva.co.id

  • Senin, 13 Mei 2019 - 13:57:45 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)

Berita Terkait Lainnya