Kominfo Pastikan Kabar Gelombang Panas di Indonesia Hoaks

  • Rabu, 12 Juni 2019 - 15:18:57 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)
Kominfo Pastikan Kabar Gelombang Panas di Indonesia Hoaks

Kabar gelombang panas di Indonesia kembali merebak. Gelombang panas sendiri merupakan periode lanjutan dari cuaca yang sangat panas dan diikuti oleh kelembaban tinggi.

Dampak dari gelombang panas sendiri dapat berupa kegagalan panen, kematian karena hipertermia, kekeringan, hingga mati listrik karena penggunaan pendingin udara yang terlalu meningkat. Dalam kabar beredar, disebutkan bahwa suhu akan meningkat hingga 40 derajat Celcius dan masyarakat diminta menghindari air dingin karena akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Namun, kabar tersebut telah dipastikan merupakan sebuah berita palsu atau hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Faktanya, gelombang panas hanya akan terjadi di Malaysia dan tidak akan terjadi di Indonesia.

Hal tersebut pun telah dikonfirmasi kebenarannya melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Gelombang panas yang mengakibatkan suhu ekstrem di Malaysia tidak akan berdampak ke wilayah Indonesia. Gelombang panas tersebut tidak terjadi di wilayah tropis, melainkan hanya terjadi di kawasan subtropis atau di wilayah lintang," ucap Hary Djatmiko, Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, seperti yang dikutip dari laman Kominfo.

Gelombang panas hoaks. [Kominfo]

Hary juga menambahkan bahwa potensi suhu di Indonesia meningkat akan terjadi mulai pada akhir Maret. Hal tersebut terjadi karena adanya fenomena Equinox atau gerak semu Matahari melintasi tepat di atas garis khatulistiwa, namun tidak akan berdampak terhadap suhu di Indonesia.

Pantauan BMKG secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia masih cenderung lembab atau basah. Meski beberapa wilayah saat ini sedang memasuki masa transisi atau pancaroba, namun BMKG mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut dan lebih berfokus meningkatkan daya tahan tubuh.

Apakah Anda juga mendapatkan berita tersebut? Jika iya, menurut dari Kominfo, kabar tersebut bisa diabaikan karena hoaks.

Sumber : Suara.com

  • Rabu, 12 Juni 2019 - 15:18:57 WIB
  • Muh. Hifzul Fikri (Joung)

Berita Terkait Lainnya